GIMP in Action : Simple way to enhance your photo

Sebenarnya ada banyak cara untuk memperbaiki warna suatu photo dengan menggunakan GIMP. Dengan langkah-langkah yang sederhana sebuah foto dapat ditingkatkan kualitasnya

Langkah 0 – Persiapan

Pertama kali yang harus dilakukan tentu saja membuka aplikasi GIMP dan membuka foto yang akan diedit. GIMP yang saya gunakan adalah GIMP 2.8 portable for windows. Jangan lupa untuk menduplikasikan layer aslinya supaya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat dengan mudah dikembalikan seperti asalnya. Untuk menduplikasi sebuah layer, caranya adalah Menu -> Layer -> Duplicate Layer. Terlihat pada gambar di bawah ini foto asli dan layer hasil duplikasinya yang sedang aktif (terhighlight dan ada gambar mata).

Step-0.1.1

Langkah 1 – Correct The Dynamic Range

Langkah berikutnya adalah mengedit Color Level. Buka Menu -> Color -> Levels, maka akan tampak dialog box seperti dibawah ini.

Step-1.1.1

Terlihat grafik histogram dari foto yang kita buka tadi. Dari grafik histogram tersebut terlihat ada celah kosong disebelah kiri dan kanan grafik. Hal ini berarti bahwa nilai highlight dan shadow (terang dan gelap) yang digunakan tidak sesuai dengan nilai sebenarnya yang dapat kita gunakan. Untuk itu kita modifikasi sedikit nilai rangenya mengikuti dari gambar histogram. Saya geser segitiga di kiri dan kanan yang ada di bawah grafik.

Step-1.1.2

Ketika segitiga tersebut digeser, maka akan terlihat dengan jelas perubahan pada foto. Sebetulnya tidak ada aturan yang baku, untuk berapa rentang nilai awal dan akhirnya. Semua tergantug pada selera masing-masing. Hanya saja kebiasaannya adalah dengan mengikuti nilai awal dan nilai akhir dari grafik. Dalam hal ini saya ubah nilainya awalnya sekitar 12 dan nilai akhirnya sekitar 205. Maka akan terlihat hasil foto yang jauh lebih baik🙂

Langkah 2 – Enhancing Saturation

Jangan lupa menduplikasi layer hasil langkah 1 dan kita gunakan layer duplikasinya untuk langkah berikut. Buka Menu -> Color -> Hue-Saturation. Ubah nilai Saturation menjadi 50. Sekali lagi nilai ini bukan nilai baku, jadi bisa dicoba-coba untuk menghasilkan foto yang sesuai selera. Dari pengubahan nilai ini, perubahan yang paling besar adalah warna semak di depan kapal.

Step-2.0.0

Langkah 3 – Increasing Sharpness

Langkah berikut adalah meningkatkan ketajaman foto dengan menggunakan filter Unsharp Mask. Buka Menu -> Filter -> Enhance -> Unsharp Mask. Ubah nilai Radius : 20, Amount : 0.5 dan Threshold : 15. Sekali lagi ini buka nilai baku, silahkan dicoba-coba untuk mendapatkan hasil yang sesuai selera.

Step-3.0.0

Langkah 4 – Save The Result

Save dan export foto ke format jpg atau format lainnya🙂 Berikut hasil perbandingan gambar sebelum dan sesudah diolah.

IMG_6057_comp

Kenapa GIMP ?

Kenapa harus GIMP?

gimp_logoGratiisss. Itulah jawaban yang pertama kali terlintas dipikiran saya. Dibandingkan dengan Photoshop yang harganya sekitar $400 – $600, software ini sangat cocok untuk saya sebagai seorang photografer kw3 (baca bermodal cekak alias pas pasan), karena memang untuk menggunakan GIMP tidak perlu membayar sepeserpun, karena memang gratis tis .. cukup modal download, itupun numpang download di kantor🙂

Jika dilihat secara fitur GIMP cukup memadai untuk mengolah dan memanipulasi sebuah foto, walaupun tidak semudah jika dibandingkan dengan pengolah foto berbayar yg cukup mahal. Hal-hal yang merupakan kelebihan GIMP versus uang yg dikeluarkan adalah

  1. Fitur dasar olah foto, seperti crop, resize, manipulasi warna (brightness, color contras, color level) dan masking
  2. Memiliki filter-filter dasar seperti blur, sharpen, distorts, dll
  3. Memiliki filter-filter atau plugins tambahan yang tentunya gratis
  4. Banyak terdapat tutorial-tutorial untuk tehnik-tehnik pengolahan foto yang lebih advanced
  5. Didukung oleh komunitas yang cukup solid

Dengan ke 5 hal tersebut saya kira sudah cukup untuk menjadikan GIMP sebagai alat bantu ke 3 (ke 1 dan 2 nya apa ya?) bagi seorang fotografer. Intinya apapun yang bisa dilakukan oleh tools lain (seperti Photoshop) pasti bisa dilakukan oleh GIMP, walaupun harus bersusah payah🙂

Apa kekurangan GIMP ?

Buanyaaaakkkk. Itu adalah jawaban spontan, jika ada manilai sebuah aplikasi gratisan. Jangan berharap terlalu banyak terhadap sebuah aplikasi gratisan, begitu kata teman saya. Ada harga ada rupa begitu kata teman yang lain. Tapi memang begitulah kenyataannya.

Hal yang paling terasa adalah terkadang untuk menghasilkan efek yang sama (jika dibandingkan Photosop) memerlukan langkah yang lebih banyak. Apalagi jika sudah terbiasa dan dimanja oleh fitur-fitur yang ada aplikasi berbayar. Tapi sekali lagi pada dasarnya tetap bisa dilakukan oleh GIMP.

Plugins dan filter-filter yang bersifat advanced akan sangat mudah ditemui pada Photoshop. Hal ini mungkin karena GIMP adalah free, dan Photoshop ada aplikasi komersial, tentu saja Photoshop harus memiliki support yang jauh lebih baik. Orang yang sering menggunakan Photoshop berkomentar GIMP is sucks, membingungkan, gak asik dll dsb.

Ada juga beberapa site yang mencoba membandingkan hasil pengolahan gambarnya, misal pada site apple.blogoverflow.com , yang menyimpulkan dari segi hasil, Photoshoplah juaranya.

Kenapa tetap GIMP ?

Gratiisss. Kembali lagi ke jawaban sebelumnya. Sebagai Photografer kw3 dan berkantong cekak, itulah jawaban yang paling masuk akal. Kata temen nih, klo ngakunya sebagai seorang fotografer handal tuh gak perlu manipulasi secara software terlalu banyak, jadi tidak memerlukan software yang canggih-canggih.. ha ha ha ha …..  #ngeless.

Prakata

Seru banget kalau ngeliat temen-temen yang hobinya fotografi. Kemana-mana nenteng kamera, kayaknya cool abis gayanya. Apalagi kalau melihat hasil jepretannya, wihh keren-keren. Blum lagi kalau mendengar cerita sesi foto-foto bareng model yang tentunya cantik dan sexy. Ha ha ha🙂 ………

Coba-coba ngintip perlengkapan salah seorang temen yang hobinya fotografi, dan sepertinya cukup menguras kantong. Bodi kamera yang merupakan modal dasar, begitu ngecek ke internet, harganya bisa buat makan enak selama sebulan🙂. Lensanya pun tidak cuma satu, untuk setiap jenis foto lensanya berbeda. Untuk foto pemandangan, foto menggunakan model, foto makro, foto jarak jauh, lensanya pun berbeda-beda. Rupanya benar juga kata seorang teman, bahwa fotografer berinvestasi pada lensa.

Dengan kelengkapan yang seperti di atas, apakah pasti dapat menghasilkan foto yang bagus seperti yang saya bayangkan ?
Pada suatu saat, saya menunjukkan kepada seorang teman, sebuah foto yang terlihat sangat dramatis. Dia berkomentar dengan entengnya, ‘itu mah sudah di post processing menggunakan photoshop’. Lalu dia pun menjelaskan dari cara pengambilan gambar, sampai komponen photoshop apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan foto seperti yang saya tunjukkan. Setelah sempat browsing, ternyata harga lisensi photoshop beserta teman-temannya tersebut harus dibayar menggunakan uang (dolar pula) dan bukan daun🙂. Bisa sih pake software bajakan, tapi hare gene pake bajakan !!

Wah sepertinya untuk menjadi seorang fotografer beneran, walaupun hanya untuk hobby, ternyata cukup menguras dompet. Perlengkapan dasarnya, istilah kerennya gear (seperti lensa, bodi kamera, filter, tripod dan lain-lain) harus cukup memadai. Katanya sih, ada harga ada rupa. Semakin baik lensanya, misalnya, harganya pun semakin baik juga. Belum lagi perlengkapan post processing yang umumnya dibayar pake dolar, gak boleh pake daun.

Apakah harus mundur ? Selama semangat juang 45 masih dikandung badan, takkan ada lautan yg tak dapat diseberangi dan takkan ada gunung yang tak dapat didaki. Semuanya tinggal masalah waktu dan hasil, he he he….. Kasihan dong dan gak fair kalau yang bermodal memadai dibandingkan dengan yang bermodal dengkul seperti saya. Maap otak saya adanya di dengkul, itupun belum maksimal penggunaannya, he he he…… Dengan bermodal seadanya, kamera pinjeman,  kamera poket, maupun kamera HP, softwarenya pun menggunakan yang open source dan gratisan, gak masalah deh walaupun hanya menjadi photografer kw3 (bukan kw super lho), yang penting biar bisa dibilang cool abis, he he he ….🙂